06 August 2011

Kisah Ramadhan .

Dengan namaMu ya Allah yang Maha Penyayang .

Allahu Akbar .

Alhamdulillah wa syukurillah , bertemu kita di saat dan ketika ini , walau kian dihambat masa di akhir zaman kini .

Alhamdulillah , usai bersolat tarawih di surau tadi , ana diberi kesempatan lagi oleh Allah , untuk memberi makanan kepada rohani yang kian lama kian lapar dan dahaga . Allahu Akbar .

Kurang pasti dengan tajuknya , tapi isinya masyaAllah , terlalu tinggi nilainya .

Ana tak mahu buang masa lagi , memandangkan tiada masa sepatutnya yang dibazirkan di bulan penuh barakah ini .

Imam baca surah panjang sangat .

Inilah rungutan yang selalu kita dengarkan atau lebih tepat lagi yang selalu kita ungkapkan . Tak dinafikan , ana juga tak terkecuali . Tapi alhamdulillah , disedarkan kembali oleh Al-Fadhil ustaz sebentar tadi . Beliau berkata , kenapa perlu kita rungutkan bila pak imam baca panjang-panjang , sedangkan pak imam tu sebenarnya memberi peluang kepada kita untuk berlama-lamaan menghadap Allah ??? Allahu Akbar . Tersentap . Ustaz bagi analogi , kalau si pemerah tebu boleh perah tebu 3-4 jam , kenapa berdiri depan Allah yang tak sampai sejam tu kita tak sanggup ? Renung-renungkan ....

Apa lagi ye ? Hmm ustaz juga ada ceritakan tentang kemanisan solat . Kemanisan sewaktu berdiri , rukuk , duduk di antara dua sujud , sujud dan sebagainya . Allahu Akbar . Tak pernah terbayang akan nikmatnya semua itu sewaktu solat .

Di mana sewaktu rukuk dan sujud , itulah saat kita menghinakan diri kita di hadapan Allah . Tapi kebanyakan kita , bila rukuk , bila sujud , semua nak cepat-cepat . Tak sanggup nak rukuk , sujud lama-lama . Rukuk lama-lama nanti sakit pinggang . Sujud lama-lama nanti berdarah dahi . Aduhai ..... Manusia oh manusia . Tu lah ustaz cakap , kalau dapat dirasa kemanisan tu , lama-lama rukuk , sujud pun tak apa .

Lagi ustaz ada cerita tentang takabbur . Yang mana kalau kita tahulah , bila ada rasa takabbur dalam diri walau sebesar zarah , selamat jalanlah dari Syurga jawabnya . Sebab siapa yang punya sifat tu , confirm tak akan masuk Syurga . Allahu Akbar . Walau sebesar zarah , kita tak boleh masuk Syurga . Tapi di hati kita , dalam diri kita , adakah sebesar zarah je sifat itu ? Atau dah ada kerajaan dah sifat takabbur dalam diri kita ? Na'udzubillah ...

Zaman khalifah dulu pun , Khalifah Umar Abdul Aziz , pernah ditegur oleh seorang ahli sufi . Kerana pada suatu hari Khalifah Umar memakai baju yang sedikit mahal . Maklumlah , kan beliau seorang khalifah ? Tak pelik kalau nak pakai baju yang sedikit mahal . Tapi kita ? Bukan siapa-siapa kat dunia ni , tapi sibuk nak bergaya dengan benda-benda mahal !!! Apa yang ahli sufi ni cakap lebih kurang macam ni ; ya Umar ! Dari manakah asal kamu ? Kamu berasal dari tempat kencing ayah kamu ! Dari tempat yang hina . Wajarkah untuk kamu seperti itu ? Hmm lebih kuranglah . Tak berapa nak ingat ceritanya . Tapi maksudnya , kita ni berasal dari tempat yang hina , tapi berlagak macam kita ni terlalu agung dan mulia di dunia ! Astaghfirullah ...

Lihatlah , betapa mereka pada zaman khalifah dahulu sangat berjaga-jaga dengan tipu daya dunia . Tapi kita ? Makin lama makin leka . Padahal Hari Kiamat dah menunggu kita ! Allahu Akbar ... Lagi , ustaz cakap , bila kita berdo'a pun , sibuk nak minta dunia . Minta dimurahkan rezeki , minta panjang umur , minta naik pangkat , dan macam-macam lagilah berkaitan dunia . Padahal sejak kita dalam perut ibu kita lagi Allah dah tetapkan semuanya buat kita . Nak minta buat apa lagi ??? (tiba-tiba terlebih bersemangat) Walhal nasib kita di akhirat sana pun tak tentu lagi macamana . Kenapa tak kita minta supaya dipelihara dari bakaran azab api neraka ??? Allahu Akbar ...

Ada jugak ustaz sentuh tentang isu cincin bernilai RM 24 juta . Na'am , RM 24 JUTA . Bayangkan , macam-macam yang boleh dibuat , boleh dibeli dengan RM 24 juta tu . Tapi , ianya jadi tak bernilai bila RM 24 juta tu terletak di jari seseorang buat tatapan umum . Allahu Akbar . Tambah beliau , beliau sejujurnya menitis air mata bila dengar cerita ni . Sebabnya , ramai pelajar beliau yang menuntut ilmu di negara arab sana , tak ada duit walau untuk membeli makanan . Dikecilkan skop lagi , ustaz kata , ibu-ibu tunggal di Malaysia ni pun belum tentu ada barang-barang persiapan buat anak-anak mereka khususnya , untuk menyambut Hari Eidul Fitri nanti . Allah ...

Banyak lagi yang ustaz ceritakan . Tapi tak mampu nak cerita semua kat sini . Rasanya cukuplah setakat ini . Tak keterlaluan andai ana ucapakn lagi , Selamat Menyambut Bulan Ramadhan dan Selamat Berpesta Ibadah di bulan mulia ini :)

Salam Ramadhan Kareem . Moga dipertemu lagi di lain waktu insyaAllah :)




Allahu'alam . Assalamu'alaikum li jami'an .

p/s : ya Allah , jangan Kau biarkan kami hanyut dan leka akan dunia yang menipu daya ini ya Rahman . matikan kami dengan husnul khatimah . peliharalah kami dari bakaran azab api nerakaMu . dan tempatkan kami dengan orang-orang yang beriman .

2 comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...