26 August 2011

Malunya .

Dengan namaMu ya Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang .

Allahu Akbar .

Nikmat yang mana satu yang mahu aku dustakan ya Allah ? Sungguh nyatalah , hambaMu ini tidak tergolong dalam kalangan orang-orang yang bersyukur atas setiap kurniaanMu . Allahu Akbar .

Entah kenapa , tiba-tiba aku malu .

Kau kurniakan bulan Ramadhan , buat hamba-hambaMu berpesta ibadah , menebus segala dosa , kembali bertaubat setelah tersasar , menangisi segala keterlanjuran .

Tapi sayang , aku sia-siakan . Hari demi hari meninggalkan , tapi terasa seperti tak terisi . Hanya penuh dengan perkara-perkara lagha dan tak berfaedah . Masa yang ada terbuang dan dilempar begitu sahaja .

Maka tak peliklah bila hati terasa kosong sepanjang Ramadhan . Berbeza . Jauh berbeza dengan Ramadhan sebelumnya . Ya Allah , adakah aku tidak tergolong dalam golongan orang yang Kau beri hikmah , hidayah dan rahmah ?

Allahu Akbar .

Malunya aku .

Bermegah dengan title da'ie yang dipegang , bermegah dengan pandangan orang , bermegah dengan segalanya , bermegah dengan semua yang jelasnya Allah yang punya ! Tapi tidak pula aku jalankan amanah yang diberi dengan sebaiknya .

Allah ...

Aku cemburu saat melihat ketenenangan di wajah-wajah hambaMu yang soleh solehah . Rajin beribadah tanpa lengah dan mengah . Dalam hati terselit keinginan untuk menjadi seperti mereka .

Tapi aku malu , kerana aku tahu , aku cuma menyimpan angan . Tiada usaha pun dari segi perbuatan . Allahu Akbar , betapa malunya aku ya Allah ...

Aku juga cemburu saat , melihat akhowat dan ikhwan lain , seusia atau mungkin lebih muda atau lebih tua, berjaya mendirikan Baitul Muslim . Tapi aku malu , kerana aku tahu bahawa aku tidak membuat persediaan menghadapinya , tapi sibuk memikirkannya ! Seharusnya aku telah mula untuk 'menjadi' seseorang agar dipertemu dengan seseorang yang sama-sama 'menjadi' . Allahu Akbar ...

Lebih malu lagi bila Allah dah banyak bagi petanda-petanda bahawa hari yang dijanjikanNya hampir tiba , tapi aku masih juga alpa dan leka ... Lebih-lebih lagi dengan kemeriahan Syawal yang bakal tiba sebagai ujian ...

Ya Allah , telah Kau buka mata hambaMu ini , melihat khilaf dan dosa yang dilakukan manusia . Saban hari saban masa . Moga Kau pelihara aku , agar tidak menjadi salah seorang daripada mereka . Moga Kau selamatkan aku , dari azabnya seksa Neraka .

Ya Allah , dengan Ramadhan yang masih berbaki ini , Kau bukalah pintu hatiku , ampunilah aku , dan jangan Kau biarkan aku terus hanyut dengan keindahan dan nikmat dunia yang hanya sementara ...

Ya Allah , jadikan Ramadhan kali ini lebih bermakna dari yang sebelumnya . Ampunilah segala dosaku ya Allah , agar aku tidak tergolong dalam golongan orang yang terkecuali dari mendapat pengampunanMu .

Ya Allah , jadikan aku insan yang mata hatinya sentiasa ingat kepada akhirat ya Allah ... Agar aku tidak tersungkur di pentas dunia ... Ameen .

27 Ramadhan 1432H .

21 August 2011

Sang Alim yang Aneh

Dengan namaMu ya Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang .

Subhanallah , alhamdulillah , Allahu Akbar .

Hari ini , 22 Ramadhan 1432H , ana , entum , kita semua masih bernafas , masih diberi peluang mengecapi nikmat dan manisnya Islam . Manisnya Ramadhan . Allahu Akbar .

Mata dipejam celik , masa dirasakan terlalu deras meninggalkan . Di masa hadapan entah ada ataupun tidak kesempatan ini . Berada di bulan barakah , rahmah dan maghfirah .

Alhamdulillah, terubat sudah kerinduan terhadap keluarga tercinta , saat dapat bersahur berbuka bersama , bertarawih , segalanya bersama . Alhamdulillah ya Allah . Direnung sejenak , andai dibanding dengan sahabat-sahabiyyah lain rasanya ana jauh lebih bertuah . Entah berapa kali berulang alik ke rumah . Sedangkan mereka ? Semenjak hari pertama mendaftar di sem ini , tak pernah sekali pun menjejakkan kaki pulang ke rumah .

Saat masih diberi peluang dan kesedaran oleh Allah , menjadi pemerhati dan menafsir setiap kejadianNya , banyaklah yang dapat disimpulkan . Namun banyak lagi yang menimbulkan tanda tanya di kepala .

Sang Alim 1 : Jubah .

Masa zaman kanak-kanak , zaman sekolah rendah dulu , bagi ana , semua yang memakai jubah tu semuanya alim . Apa tidaknya , saat orang lain di luar sana sibuk memakai pakaian ketat , jarang ,berwarna-warni dan menarik perhatian , si pemakai jubah tidak pernah mengendahkan . Walau dia hanya memakai jubah biasa , cuma satu warna , besar dan longgar . Tiada apapun yang menarik .

Tapi zaman sekarang , jubah dah macam-macam . Berwarna-warni , ada yang ikut shape , bermanik-manik menyilaukan mata kadangnya , yang sudah tentunya menarik perhatian .Maklumlah , si pemakai jubah memakai pakaian yang cantik .

Aneh , kerana alim atau tidak , dua-dua mendapat gelaran pemakai jubah . Tapi kasihanlah sang alim itu , kerana ada orang lain yang sebaris dengannya , memakai baju yang sama (jubah) , tapi jauh perbezaannya (corak , manik-manik, etc) . Imej kesederhanaan yang sudah lama dibawa , ditelan arus jahiliyyah zaman moden kini .

Paling menyedihkan , bila sang alim yang dahulunya , turut terjunam atau menjunamkan diri ke dalam golongan ni .

Sang Alim 2 : Da'ie / Pendakwah .

Zaman kanak-kanak dulu , apa yang ana faham , cuma ustaz ustazah yang boleh tegur orang buat salah . Mereka yang layak dan mereka juga yang ada kuasa untuk menegur . Tapi alhamdulillah , dewasa kini ana semakin mengerti , semua orang selagi bergelar khalifah , layak menegur sesiapa . Cuma perlu kena pada caranya .

Tapi yang anehnya , da'ie atau pendakwah remaja kian membanjiri lebih-lebih lagi di IPT . Namun tak berkurangmaslah sosial malah kian meruncing lagi ada . Ana bukan cakap membuta tuli , tapi realitinya , da'ie-da'ie remaja sendiri gagal berdakwah pada diri sendiri .

Di siang hari sibuk pergi meeting persatuan sana sini . Lantang bersuara dalam menegak sesuatu kononnya . Seringkali menjadi pencetus kepada idea-idea bernas . Tapi sayang , di waktu malamnya , bergayut dekat telefon . Buat suara-suara geli (manja) dengan orang yang tak sepatutnya . Mesej yang mengarut-ngarut . Na'udzubillah . Yang ni memang buat ana marah sungguh . Nasihat orang lain tapi diri sendri ? Fikirlah sendiri , masing-masing dah besar panjang . Entum bukan manusia biasa , entum pendakwah !

Sang Alim 3 : Tudung Labuh .

Suka ana ingatkan , ini juga buat ana sendiri . Si pemakai tudung labuh . Na'am , benar , kita bukan malaikat . Kita tak sempurna . Kita manusia biasa . Tapi sedarlah wahai diri , walau apapun yang kita rasa , orang lain kat luar sana tetap menganggap kita ni luar biasa , lebih sempurna dari mereka . Kenapa ? Kerana kita lain dari mereka . Mereka free-hair , pakai tudung on-off , tapi rasa hormat mereka pada kita si pemakai tudung labuh ni tetap ada .

Jadinya , jangan kita punahkan rasa hormat mereka . Jangan kita terbalikkan tanggapan mereka , bahawa kita ni tak ada beza pun dengan mereka . Kita sebenarnya memang ada perbezaan dengan mereka . Kita bertudung labuh , bukan bermakna tingginya perbezaan iman dan taqwa . Tapi perbezaanya adalah kekuatan dan semangat kita . Kita berani pakai tudung labuh walau hati tak sebaik mana . Kita berani pakai tudung labuh demi membenteng diri dari melakukan apa yang tak sepatutnya . Kerana ada antara mereka sebenarnya cuba menjadi seperti kita , namun kekuatan itu tidak ada . Terlalu banyak halangannya .

Jadi janganlah dilupa perbezaan itu . Jangan dilupa bahawa kita adalah lain dari mereka . Kita adalah muslimah yang jauh dari berbuat apa yang Allah tak suka . Kita tak couple . Kita bukan muslimah yang sewenangnya bermesra dengan muslimin baik secara zahir atau di alam maya . Kita bukan muslimah yang tak tahu batasan ikhtilat dengan muslimin . Kita bukan muslimah yang semudahnya melemparkan senyum manis menggoda pada muslimin . Tidak . Kita bukan muslimah seperti itu .

Sebolehnya jadilah kita muslimah yang mampu membenteng diri dari melakukan semua itu . Agar si pemakai tudung labuh yang lainnya juga terpelihara kebersiahn hatinya . Kerana tak semua pemakai tudung labuh yang bersih hatinya , suci niatnya untuk memakai tudung labuh . Ada juga yang memakainya hanya ikutan . Tak kurang juga yang memakainya hanya kerana ingin nampak solehah . Na'udzubillah . Ikhlaskanlah niat lillahi ta'ala !

Sang Alim 4 : Purdah .

Allahu Akbar . Rasanya tajuk inilah yang paling tak layak sekali bagi ana untuk perbahaskan . Tapi apa yang ana mahu sampaikan adalah supaya menjadi ikti bar kepada orang lain , agar tak melakukannya .

Sejak dulu lagi , rasa suka , rasa minat kepada purdah dan kepada pemakainya memang tak pernah surut . Hingga ke saat ini , masih ada rasa itu . Betapa beruntungnya mereka , betapa bertuahnya mereka , kerana dapat dihijabkan wajah mereka dari pandangan umum . Sedangkan di dalam hati ramai lagi muslimah , perasaan untuk menjadi seperti mereka terlonjak-lonjak tinggi . Alhamdulillah , Allah permudahkan mereka untuk menjadi seorang niqabi . Walau ada antara mereka yang tak mendapat restu keluarga , namun keberanian tetap ada dalam diri .

Namun ana sedih , tanpa dapat diukur lagi kesedihan tu ... Alhamdulillah kian lama kian bertambah muslimah yang berani menghijabkan wajah tapi sayang , mereka terlupa mereka hanya menghijabkan wajah . Sedangkan akhlak dan tingkah mereka pula tak akan sekali-kali terhijab sama dengan wajah mereka .

Akhlak tak serupa penampilan . Itulah yang ana mampu simpulkan . Seperti entri yang sebelumnya , ana pernah katakan , ana bukanlah seorang yang begitu mudah mengadili seseorang . Malah , hati sering berbunga , gembira saat melihat muslimat yang bukan hanya bertudung labuh , malah lengkap berpurdah . Allahu Akbar . Seindah hiasan dunia adalah wanita solehah . Memang benarlah ungkapan itu . Namun segala persepsi berubah bila perlakuan sesetengah antara mereka tak melambangkan langsung penampilan yang dibawa . Mohon maaf andai ada yang terasa . Tapi inilah hakikatnya . Wajah cuba dihijabkan , namun perlakuan terlupa diperhatikan .

Couple , ikhtilat yang tak terjaga , hubungan dengan Allah , semuanya tak terjaga . Apa yang dijaga hanyalah muka semata . Di alam maya (fb, ym) tak henti-henti perbualan dengan bukan mahram . Haha , hihi , huhu , semuanya ada . Smily smily semua tu , sangatlah tak perlu buat yang bukan mahram . Na'am , itu cumalah smily yang tak ada maksud tersirat . Tapi bagi si penerima smily tu , entum tahu ke apa yang mereka rasa ?Entah hati berbunga riang , kerana menerima senyuman walau bukan di alam nyata , siapa tahu ? Kan dah menghampiri bunga-bunga zina dah tu ? Atau mungkin entum memang tak tahu ?

Yang lebih buat ana sedih , dan buat rasa hormat ana pada niqabi-niqabi berkurang adalah bila ana rasa bahawa ada antara mereka ni sebenarnya kurang faham atau memang tak faham kenapa mereka pakai purdah . Atau mungkin sebenarnya ana yang tak memahami mereka ? Ok kita ambil point kedua, ana yang tak faham :)

Ana tak faham bila ada pemakai purdah yang hanya memakai tudung bawal biasa , atau tudung ekin yang biasa (tak labuh) . Bukan ana cakap muslimat yang pakai tudung biasa ni tak layak untuk pakai purdah , tapi macam yang ana cakap tadi , ana tak faham :) Ada dalam kalangan mereka ni pakai tudung yang jarang pun ada . Itu lagi buat ana pelik . Muka tak nampak , tapi batang tengkuk nampak ...

Lagi perkara pelik yang ana nampak , mereka pakai purdah , tapi handsock tak pakai . Stoking tak pakai . Ini memang sangat pelik . Kenapa yang trang tang tang wajib tu tak ditutup , tapi yang kurang wajib tu lebih di'aulakan ? Ana sangatlah pelik ...

Lagi cerita pelik . Ana rasa semua orang tahu , akan dalil yang melarang wanita meninggikan sanggul di kepala yang seakan bonggol unta ... Tapi ana pelik , bila ada antara niqabi yang merupakan salah seorang dari golongan ni ... Mereka tak tahu mungkin ?

Tambah sedikit lagi pelik , bila ada yang menjual , membeli atau yang memakai niqab yang dok mengerlip tu ha . Yang bermanik-manik , lip-lap tu (terlalu hiperbola kah? ) . Ana tak pasti sama ada berkilauan atau tak tapi ana pelik bila yang memakai purdah yang bercorak , bermanik-manik tu semua . Sebab bukan ke niqab tu dipakai bagi menjaga diri dari pandangan ajnabi ? Bila dah berlip-lap lip-lap , bukan ke orang lagi tengok ? Dan mereka juga akan persoalkan , kenapa pakai yang bercorak-corak ? Ana tak cakap ianya tabarrauj . Tapi semuanya bergantung pada niat :)

Dan yang terakhir , perkara teraneh dan terpelik yang ana rasa , bilamana ada niqabi yang ber'posing' sakan dalam gambar . Ni bukan setakat pelik , memang terkejut habis . Cekak pinggang sana , cekak pinggang sini . Pusing sana pusing sini . Peace sana , peace sini . Ana tak jumpa lagi dalil yang melarang muslimah berpurdah buat peace , tapi macam yang awal-awal ana cakap tadi , ana cuma pelik . Sebab bagi ana muslimah berpurdah ni sifat malu mereka sepatutnya lebih luar biasa dari muslimah lain . Sebab tu mereka berpurdah .Tapi mungkin ana silap , kerana ana tak faham mereka :)

Lagi satu , betul-betul yang terakhir . Kepelikkan ni memang tahap maksima . Peliknya bila ada antara niqabi yang turut mepertonton gambar mereka tanpa niqab , sedangkan dalam masa yang sama mereka turut menghijab wajah . Ana faham , sesetengah niqabi ada yang on-off pakai niqab dengan sebab yang kukuh , tapi ana cuma pelik dan tertanya-tanya , kalau mereka still nak tunjuk pada umum wajah mereka, kenapa mereka pakai niqab ?

Ana rasa cukup setakat ini saja ... Ana mohon maafd dari hujung rambut sampai hujung kaki (walaupun belum lagi hari raya) atas segala keterlaluan bahasa dan bicara . Sesungguhnya ana cuma insan biasa di muka bumiNya , yang juga seorang pemerhati juga seorang yang suka berkongsi rasa :)

Moga apa yang dicoretkan di sini dapat diambil iktibar oleh SEMUA orang . Bukan hanya yang pakai JUBAH , atau DA'IE dan PENDAKWAH , juga bukan hanya si pemakai TUDUNG LABUH dan juga si pemakai NIQAB .

Salam Al-Qadr . Moga kita semua dipertemukan dengannya . Aamiin :)

12 August 2011

Orang Baik .

Dengan namaMu ya Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang .

Alhamdulillah , wa syukurillah . Allahu Akbar . Hingga ke saat ini Allah masih lagi memberi peluang kepada kita semua mgecapai dan merasai nikmat iman dan Islam . Allahu Akbar .

Manisnya Ramadhan yang mulia ini kian pudar dek kerana banyak perkara lagha yang dibuat tak kira di siang mahupun di malam hari ... Astaghfirullah ... Ampunilah kami , bawalah kami kembali ke jalanMu ...

Hmm bercakap soal orang baik ,walaupun ana bukanlah tergolong dari golongan ni , tapi tak dapat kita sangkal bahawa kita juga cenderung kepada orang-orang yang baik kan ? :)

Bahkan kita boleh dengar macam-macam dalil yang menggalakkan agar kita bersahabat dan berdampingan dengan orang-orang baik agar kita juga akan menjadi baik .

Zaman sekarang ni , memang susah betul nak jumpa orang yang betul-betul baik . Walau bagaimanapun lain orang lain perspektif mereka terhadap 'baik' ni . Dan bagi ana , orang yang baik adalah orang yang secara automatiknya boleh ingatkan ana kepada Allah , kepada kebesaranNya dan segala yang bersangkutan kepadaNya . Allahu Akbar , memang benar , sangat susah nak jumpa orang-orang baik ni .

Nak nak pulak ana ni bukan jenis yang cepat menyatakan kebaikan seseorang tu . Walau dia bertudung labuh , berjubah , berniqab , berkopiah sekalipun , jarang sekali yang ana terus labelkan sebagai baik . Na'am , ana bukanlah sesiapa pun yang boleh suka suka hati nak judge manusia , namun andai seseorang tu betul-betul baik , tanpa tudung labuh , tanpa kopiah pun kita confirm dapat rsa 'aura' kebaikan mereka . Percaya tak ? :)

Apa yang nak disampaikan di sini sebenarnya , dalam bulan baik bulan mulia ni cubalah sedaya upaya , sungguh-sungguh untuk jadi orang baik . Yang mana bila orang lain lihat , dengar atau dekat dengan kita , secara automatiknya akan mengingatkan kita kepada pencipta kita yakni Allah 'azza wajalla . Allahu Akbar .

Jadinya , walau kita berjubah , bertudung labuh , berkopiah , berserban , semualah kan , jangan sampai orang lain label yang tak elok kepada kita . Sebabnya kita membawa nama Islam melalui pemakaian kita sebenarnya . Jadi , jangan pernah berputus asa untuk perbaik akhlak agar seindah pemakaian :)

Kita suka tengok orang baik , kita suka dekat dengan orang baik . Tapi agak agak kalau kita sendiri tak ada inisiatif nak jadi baik, adakah orang yang baik tu nak dekat dengan kita ? Renung-renungkan ...

Alhamdulillah , dah pun masuk malam ke-13 Ramadhan 1432H . Bersyukurlah kita kerana terpilih untuk merasai kemanisan Ramadhan sedang ramai di luar sana yang mahukannya tapi tak diberi peluang oleh Allah untuk merasainya .

Selesai sudah practical database semalam , yang mana agak sukar bagi ana akibat study last minute . Redha je menanti keputusan . Sedih memikirkan apa reaksi mak dan ayah nanti . Allah ...

Selama 12 hari menjalani ibadah puasa , entah apa yang ana buat . Tak tahu apa bezanya amalan di bulan ini dengan bulan-bulan lainnya . Mungkin sebab tak gunakan peluang yang ada untuk meraih segala macam kelebihan , Allahu'alam ... Allahu Akbar ...

Harap sahabat sahabiyyah semua tidak mengalami atau mengulangi perkara yang sama . Moga sama-sama kita manfaatkan bulan Ramadhan ni sebaiknya agar kita tak menyesal andai ini merupakan Ramadhan kita yang terakhir ...

Mohon maaf atas segala khilaf , andai ada yang terasa , ada yang terluka , moga dimaafkan . Mana tahu , ini yang terakhir ...

Sebening air wudhu', sesuci Al-Qur'an , semerdu alunan zikir , seindah solat fardhu 5 waktu , setenang hati yang tiada rasa dendam dan benci , andai tangan tidak sempat berjabat , andai wajah tak sempat bertatapan , Ramadhan yang dirahmati , bukalah pintu kemaafan buat diri ini . Aaminn ya Allah .

06 August 2011

Kisah Ramadhan .

Dengan namaMu ya Allah yang Maha Penyayang .

Allahu Akbar .

Alhamdulillah wa syukurillah , bertemu kita di saat dan ketika ini , walau kian dihambat masa di akhir zaman kini .

Alhamdulillah , usai bersolat tarawih di surau tadi , ana diberi kesempatan lagi oleh Allah , untuk memberi makanan kepada rohani yang kian lama kian lapar dan dahaga . Allahu Akbar .

Kurang pasti dengan tajuknya , tapi isinya masyaAllah , terlalu tinggi nilainya .

Ana tak mahu buang masa lagi , memandangkan tiada masa sepatutnya yang dibazirkan di bulan penuh barakah ini .

Imam baca surah panjang sangat .

Inilah rungutan yang selalu kita dengarkan atau lebih tepat lagi yang selalu kita ungkapkan . Tak dinafikan , ana juga tak terkecuali . Tapi alhamdulillah , disedarkan kembali oleh Al-Fadhil ustaz sebentar tadi . Beliau berkata , kenapa perlu kita rungutkan bila pak imam baca panjang-panjang , sedangkan pak imam tu sebenarnya memberi peluang kepada kita untuk berlama-lamaan menghadap Allah ??? Allahu Akbar . Tersentap . Ustaz bagi analogi , kalau si pemerah tebu boleh perah tebu 3-4 jam , kenapa berdiri depan Allah yang tak sampai sejam tu kita tak sanggup ? Renung-renungkan ....

Apa lagi ye ? Hmm ustaz juga ada ceritakan tentang kemanisan solat . Kemanisan sewaktu berdiri , rukuk , duduk di antara dua sujud , sujud dan sebagainya . Allahu Akbar . Tak pernah terbayang akan nikmatnya semua itu sewaktu solat .

Di mana sewaktu rukuk dan sujud , itulah saat kita menghinakan diri kita di hadapan Allah . Tapi kebanyakan kita , bila rukuk , bila sujud , semua nak cepat-cepat . Tak sanggup nak rukuk , sujud lama-lama . Rukuk lama-lama nanti sakit pinggang . Sujud lama-lama nanti berdarah dahi . Aduhai ..... Manusia oh manusia . Tu lah ustaz cakap , kalau dapat dirasa kemanisan tu , lama-lama rukuk , sujud pun tak apa .

Lagi ustaz ada cerita tentang takabbur . Yang mana kalau kita tahulah , bila ada rasa takabbur dalam diri walau sebesar zarah , selamat jalanlah dari Syurga jawabnya . Sebab siapa yang punya sifat tu , confirm tak akan masuk Syurga . Allahu Akbar . Walau sebesar zarah , kita tak boleh masuk Syurga . Tapi di hati kita , dalam diri kita , adakah sebesar zarah je sifat itu ? Atau dah ada kerajaan dah sifat takabbur dalam diri kita ? Na'udzubillah ...

Zaman khalifah dulu pun , Khalifah Umar Abdul Aziz , pernah ditegur oleh seorang ahli sufi . Kerana pada suatu hari Khalifah Umar memakai baju yang sedikit mahal . Maklumlah , kan beliau seorang khalifah ? Tak pelik kalau nak pakai baju yang sedikit mahal . Tapi kita ? Bukan siapa-siapa kat dunia ni , tapi sibuk nak bergaya dengan benda-benda mahal !!! Apa yang ahli sufi ni cakap lebih kurang macam ni ; ya Umar ! Dari manakah asal kamu ? Kamu berasal dari tempat kencing ayah kamu ! Dari tempat yang hina . Wajarkah untuk kamu seperti itu ? Hmm lebih kuranglah . Tak berapa nak ingat ceritanya . Tapi maksudnya , kita ni berasal dari tempat yang hina , tapi berlagak macam kita ni terlalu agung dan mulia di dunia ! Astaghfirullah ...

Lihatlah , betapa mereka pada zaman khalifah dahulu sangat berjaga-jaga dengan tipu daya dunia . Tapi kita ? Makin lama makin leka . Padahal Hari Kiamat dah menunggu kita ! Allahu Akbar ... Lagi , ustaz cakap , bila kita berdo'a pun , sibuk nak minta dunia . Minta dimurahkan rezeki , minta panjang umur , minta naik pangkat , dan macam-macam lagilah berkaitan dunia . Padahal sejak kita dalam perut ibu kita lagi Allah dah tetapkan semuanya buat kita . Nak minta buat apa lagi ??? (tiba-tiba terlebih bersemangat) Walhal nasib kita di akhirat sana pun tak tentu lagi macamana . Kenapa tak kita minta supaya dipelihara dari bakaran azab api neraka ??? Allahu Akbar ...

Ada jugak ustaz sentuh tentang isu cincin bernilai RM 24 juta . Na'am , RM 24 JUTA . Bayangkan , macam-macam yang boleh dibuat , boleh dibeli dengan RM 24 juta tu . Tapi , ianya jadi tak bernilai bila RM 24 juta tu terletak di jari seseorang buat tatapan umum . Allahu Akbar . Tambah beliau , beliau sejujurnya menitis air mata bila dengar cerita ni . Sebabnya , ramai pelajar beliau yang menuntut ilmu di negara arab sana , tak ada duit walau untuk membeli makanan . Dikecilkan skop lagi , ustaz kata , ibu-ibu tunggal di Malaysia ni pun belum tentu ada barang-barang persiapan buat anak-anak mereka khususnya , untuk menyambut Hari Eidul Fitri nanti . Allah ...

Banyak lagi yang ustaz ceritakan . Tapi tak mampu nak cerita semua kat sini . Rasanya cukuplah setakat ini . Tak keterlaluan andai ana ucapakn lagi , Selamat Menyambut Bulan Ramadhan dan Selamat Berpesta Ibadah di bulan mulia ini :)

Salam Ramadhan Kareem . Moga dipertemu lagi di lain waktu insyaAllah :)




Allahu'alam . Assalamu'alaikum li jami'an .

p/s : ya Allah , jangan Kau biarkan kami hanyut dan leka akan dunia yang menipu daya ini ya Rahman . matikan kami dengan husnul khatimah . peliharalah kami dari bakaran azab api nerakaMu . dan tempatkan kami dengan orang-orang yang beriman .

02 August 2011

Harapan Ramadhan .

Dengan namaMu ya Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang .

Alhamdulillahi rabbil 'alamin , telah Kau berikan kesempatan buat kami , merasai secebis kemanisan dan kebarakahan bulan mulia ini . Alhamdulillah wa syukurillah ya Allah . Moga ianya berterusan hingga ke penghujungnya . Aamiin ya Rahman .

Kekangan waktu makin terasa . Terasa tak punya waktu untuk hal-hal yang biasa dilakukan . Contohnya ; blogging . Sungguh . Tiada masa juga untuk itu .

Semua orang punya harapan pada setiap kali berlakunya sesuatu peristiwa . Ramadhan juga tak terkecuali . Aku juga punya impian itu . Walau sekecil mana , walau sebesar mana pun impian itu , insyaAllah , akan cuba kucapai sedaya mampu .

Hendak kuteladani si dia kekasih Allah . Mampukah ?

Lamanya berdiri di saat qiyamulllail di malam hari , hingga bengkaknya kaki , ketika yang lainnya sedang enak dibuai mimpi indah .

Bengkaknya mata kerana ayat-ayat Al-Qur'an yang tidak lekang darinya .

Punya harapan juga untuk khatamkan Al-Qur'anul Karim , lebih dari sekali . InsyaAllah kalau ada kekuatan itu .

Menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya yakni seorang kakak , anak , sahabat dan hamba Allah yang menumpang di bumiNya khususnya . Juga menjadi muslimah yang mukminah dan mendapat tempat di sisiNya di akhirat kelak .

Dan yang terakhirnya , meninggalkan dunia fana' ini dengan husnul khatimah . Andai Allah mengambil semula nyawa pinjamannya , bukan itu yang ditakuti . Sebaliknya yang dikhuatiri adalah andai bekalan tidak mencukupi .

Allahu Akbar . Jadikan kami penghuni JannahMu , kerana sesungguhnya tidak akan mampu untuk kami menanggung seksa nerakaMu .

Biar dikeji dihina dan diuji di dunia , moga dapat menjadi seseorang di kemudian hari .

Ya Allah , Kau gantikanlah kekangan masa ini dengan kesibukan dalam beribadah kepadaMu , dan bukan beribadah kepada bulan Ramadhan . Kau istiqamahkanlah kami hingga ke hujung nyawa kami . Jadikan kami hambaMu yang taat , dan bukan hamba yang taat kepada Ramadhan .

3 Ramadhan 1432H .

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...