06 April 2011

Terasa makin jauh .

Dengan namaMu ya Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang .

Assalamu'alaikum warahmatullah , buat sahabat sahabiyyah para pembaca semua . Moga entum semua sihat dan selamat di bawah lembayung rahmatNya . Dengan peringatan dan petanda-petanda akhir zaman yang telah banyak Allah tunjukkan , moga kita semua tergolong dalam golongan yang mengambil iktibar dan pengajaran .

Entah kenapa sejak akhir-akhir ni ana rasa diri makin jauh dari Allah . Na'udzubillah . Amalan-amalan yang sedikit , namun cuba diamal menjadi semakin kurang sempurna ana kerjakan . Entahlah . Sejujurnya , semakin lama dirasakan semakin jauh . Bila direnungkan kembali , mungkin ianya terjadi disebabkan banyaknya khilaf dan dosa yang ana dah buat . Moga Allah tautkan kembali hati ini ke jalan yang diredhaNya .

Sejak kebelakangan ini juga , dirasakan maut makin menghampiri . Na'udzubillah . Bukan ana minta untuk Allah ambil nyawa yang dipinjamkan , tapi jujur , inilah yang ana rasakan . Tapi bila ana fikir dalam dalam sikit , siapa ana ni yang boleh tahu bila tibanya saat ajal datang menjemput ? Layakkah diri yang penuh dosa dan noda ini , menjadi antara yang terpilih , yang boleh merasai saat maut menghampiri ? Allahu akbar .

Serasa tak wajar ana memikirkan bila ana akan mati . Sebaliknya ana perlu perbaiki amalan sedia ada , dan perbanyakkan amalan-amalan lain . Kadang-kadang ana terasa seperti nak minta maaf daripada semua orang . Terutamanya mak dan ayah , sahabat sahabiyyah dan semua orang yang ana kenali . Tiap detik , tiap saat . Kata-kata maaf tersangkut di hujung kerongkong . Ana buang tabiat ? Entahlah . Tapi tak salah kalau kita sentiasa mohon dan memberi maaf kan ?

Semakin hari semakin jauh .

Ada yang bertanya sama adakah ana sakit ? Allahua'alam . Ana pun tak tahu ana sakit atau tak . Kronik atau serius . Normal atau tidak . Entahlah . Setakat sakit kepala yang tak pernah jemu datang berkunjung tu ana rasa normal kot . Tapi yang pastinya dalaman ana dah nazak . Sebab makanan rohani semakin kurang mengisi diri ...

Tiap hari makin banyak dosa yang memberati . Dosa terlihat dan tertengok muslimin berseluar pendek , aurat muslimin wa muslimat yang semakin tak terjaga dini hari . Adab dengan mak ayah dan keluarga . Sifat sabar yang nipis dan menjadi semakin nipis , hinggakan mudah melampiaskan kemarahan walau bukan dengan luahan perkataan . Dosa melagha terutama dengan internet . Amalan yang dilakukan tanpa hadirnya khusyuk dan ikhlas , dan macam-macam lagi .

Belum termasuk lagi dengan zina hati , zina mata . Ya Allah ... Layakkah aku menjadi menjadi penghuni JannahMu ? Dengan amalan yang senipis kulit bawang bahkan lebih nipis lagi , bau Syurga entahkan boleh atau tak ana menciumnya ? Allahu akbar ...

Kalau nak diikutkan , ana bukanlah seorang yang hebat dan sempurna dari segala sudut . Mungkin dari segi penampilan orang boleh kata gred A , tapi dalam diri , dalam hati , hanya Allah yang tahu . Namun sebolehnya ana cuba solehahkan diri , walau kadangkala  nafsu dan syaitan merajai hati ... Ya Allah , jadikanlah diriku ini hamba yang solehah ... Agar tergolong dalam golongan muslimah mukminah di akhirat kelak . Aamiin .

Ana tak tahu apa yang nak dicoretkan lagi . Aasifun jiddan , andai post kali ini tak memberi input kepada entum , kerana ana rasa ia lebih kepada luahan rasa . Andai ditakdirkan ini post terakhir ana , mohon entum semua mendo'akan agar ana ditempatkan dengan para solehin . Hmmm ... Namun layakkah ana ?

: luahan rasa semata :
moga Allah redha .

6 comments:

  1. mengingati mati, membuat kita lebih berusaha untuk mencari ganjaran yg baik2...:-)

    ReplyDelete
  2. ana juga rasa seperti itu..huhu Semakin hari semakin jauh T_T

    ReplyDelete
  3. ssungguhnya Allah xprnh lupa mgingtkn kita , sbliknya kta lah yg sring mlupaknNya , na'udzubillah

    ReplyDelete
  4. assalamualaikum..takpe, org yg bijak adalah org yg mengingati mati

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...