28 January 2011

Sakitnya Hati !!!

Dengan namaMu ya Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang .

Assalamu'alaikum w.r.h ,

Alhmadulillah bersyukur ke hadrat Allah yang masih memberikan ana kesempatan untuk hidup lagi di bumiNya ini walaupun ana hampir tersungkur bila berdepan dengan masalah . Bersyukur juga kerana kita masih lagi berkesempatan untuk mencedok ilmu hingga ke saat ini .Moga coretan kali ini dapat memberi ibrah sedikit sebanyak kepada kita semua insyaAllah .

SAKITNYA HATI !!!!!

(Bayangkan betapa sakit dan panasnya hati itu , bilamana ayat itu di'bold' dan di'highlight' dengan warna merah)

Sedar atau tidak , seringkali kita berhadapan dengan situasi begini .

Bayangkan betapa sakitnya hati , bila pakcik cafe bagi roti john kat orang yang baru je datang . Padahal kita dah dekat berjanggut lamanya menuggu kat depan mata dia . Rasa macam nak pergi court pun ada . Saman pakcik cafe tu (ada ke patut?)

Bayangkan betapa sakitnya hati , bila suatu pagi , nak mandi sebelum pergi kelas , shower full . Dah la kita lambat ke kelas . Dah tu orang yang tengah mandi pulak buat shower tu macam hak milik persendirian . Rasa macam nak pecahkan je pintu .

Bayangkan betapa sakitnya hati , bila nak exam , kita punyalah pulun habis-habisan mengkhatamkan buku setebal 2-3 inci , tapi kawan kita dengan penuh selambanya cuma baca 2-3 helai muka surat (means dapat soalan bocor) . Then dapat full-mark pulak tu . Rasa macam nak jerit kat semua orang yang dia dah tau soalan tu .

Mesti antum wa antunna dapat rasa atau pernah rasa betapa sakitnya hati bila ada dalam situasi mcam tu kan ? Kemudian lahirlah pelbagai macam 'rasa' di hati .

Rasa nak marah .

Rasa nak tembak .

Rasa nak 'smack down' .

Rasa nak wrestling .

Semua lah .

Saat kita marah , kebanyakan kita lupa semuanya .

Lupa yang marah itu datang dari syaitan .

Lupa bahawa Allah suka akan orang-orang yang menahan marah .

Lupa bahawa Allah kasih akan orang-orang yang sabar .


وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ ۖ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ
Dan jika kamu memberikan balasan , maka balaslah dengan balasan yang sama dengan seksaan yang ditimpakan kepadamu . Akan tetapi jika kamu bersabar , sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar ."
(An-Nahl ; 126)


Kita semua hidup dengan satu tujuan ; untuk mendapat redhaNya . Untuk mendapat ganjaran JannahNya . Renung sejenak . Beginikah sikap-sikap ahli Syurga ? Layakkah kita menjadi penghuni JannahNya bilamana ujian-ujian kecil seperti ini sudah mampu menggoyahkan kita ? Apalagi andai diuji dengan ujian-ujian yang besar ?

Sepertimana yang kita semua maklum , mehnah (ujian) itu adalah sebagai 'wasilah' untuk menghapuskan dosa-dosa kecil SEKIRANYA , kita BERJAYA melaluinya dengan tabah dan sabar .

Tapi seringkali kita gagal . Sepatutnya kita beroleh pahala setelah diuji , tapi sebaliknya dosa pula yang bertimbun . Mana tak nya , saat ditimpa ujian , sepatutnya kita bersyukur kerana Allah mahu memberi peluang buat kita yakni dengan menghapuskan dosa-dosa kita tapi kita pula 'mengutip ibrah'nya dengan memaki hamun orang lain , mengeluh dan merintih atas ujian yang hanya sedikit cuma . Inikah 'candidate' penghuni Syurga ?

" Apakah mereka mengira mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan 'kami telah beriman' sedang mereka tidak diuji ?"
(Al-Ankabut ;2 )

" Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar berjihad dan bersabar di antara kamu , dan Kami akan uji perihal kamu ".
(Muhammad ; 31)

" Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah dan Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu ".
(At-Taghabun ;11)

Voice is louder that work . Memang benar . Tapi takkan kita sekadar ingin membenarkan sahaja ? Kita haruslah berusaha melawannya . Melawan nafsu ammarah kita . Itulah mukmin yang dikatakan kuat sebenarnya .

>>> Contoh keadaan yang memerlukan kesabaran ialah seperti menahan diri daripada satu-satu keinginan nafsu yang disebut juga ‘al-iffah’, menahan diri daripada kenikmatan (dabtun nafs), menahan diri daripada sifat marah , menahan diri daripada membocorkan rahsia dan menahan diri daripada keseronokan hidup .

Manusia juga dinasihatkan bersabar atas keinginan nafsu, yang menjadi urusan syaitan, sabar atas kemewahan orang lain seperti orang kafir, sabar dalam melakukan ketaatan, berdakwah dan sabar dalam melalui kehidupan bermasyarakat .

Sabar itu penting

Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang berbicara mengenai kesabaran. setidaknya ada 103 kali ata sabar disebut dalam Al-Qur’an, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini membuktikan betapa besarnya pentingnya sabar bagi seorang mukmin dimata Allah SWT.

1. Sabar merupakan perintah dari Allah . “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan solat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus: 109, Hud: 115.

2. Larangan isti’jal (tergesa-gesa). “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…” (Al-Ahqaf: 35)

3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar : “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177)

4. Allah sangat mencintai orang-orang yang sabar . “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)

5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar . Ertinya Allah sentiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)

6. Mendapatkan pahala berupa syurga dari Allah . (Ar-Ra’d: 23 – 24)

Hadits berbicara tentang sabar

Sebagaimana dalam Al-Qur’an, dalam hadith banyak dari sabda Rasulullah yang menjelaskan tentang kesabaran misalnya dalam kitab Riyadhus Shalihin , Imam an-Nawawi mencantumkan 29 hadith yang bertemakan sabar .

1. Kesabaran merupakan “dhiya” (cahaya yang amat terang) . Kerana dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim)

2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal . Rasulullah pernah menggambarkan: “…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)

3. Kesabaran merupakan anugerah Allah yang paling baik . Rasulullah mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun Alaih)

4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mukmin , sebagaimana hadith yang terdapat pada muqadimah; “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, kerana segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur kerana (ia mengetahui) bahawa hal tersebut adalah baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar kerana (ia mengetahui) bahawa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR. Muslim)

5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala syurga . Dalam sebuah hadith digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahawa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian dia bersabar, maka aku gantikan syurga baginya’.” (HR. Bukhari)

6. Sabar merupakan sifat para nabi . Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah saw. menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, kerana sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)

7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat . Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadith ; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahawa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai berlawan , namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)

8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa . Rasulullah menggambarkan dalam hadithnya; Dari Abu Hurairah ra. bahawa Rasulullan saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)

9. Kesabaran merupakan suatu keharusan , dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah saw. mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahawa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian menginginkan kematian kerana musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan matikanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim) <<<

: sumber

Secara konklusinya , AS-SOBARUL MINAL IMAN . Peringatan khususnya buat diri ana sendiri . ^_^

Wallahua'alam .

25 January 2011

Bila Muslimah Jatuh Cinta

Dengan namaMu ya Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang .

Assalamu'alaikum w.r.h ,

Alhamdulillahi rabbil 'alamin , sebanyak mana pun rungutan atau keluhan ana terhadap ujianNya , diri ini masih diberi peluang untuk memperbaik dan memperbetulkannya . Arakian ni ana dihimpit 'stress' yang amat sangat . Hinggakan sahabiyyah sebilik pun terkena sekali tempiasnya . ^_~

Alhamdulillah , Allah tunjukkan jalan untuk ringankan kepala ni . Blog-walking menambah ilmu ... ^_^

* * * * *          * * * * *          * * * * *


Buatmu sahabiah-sabiah yang mengalami situasi ini , jalan penyelesaian masalah ummah ...

Tiada yang aneh kerana mereka juga adalah manusia . Bukankah cinta adalah fitrah manusia ? Tak pantaskah Muslimah jatuh cinta ? Mereka juga punya hati dan rasa .

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya ? Tiada senyum bahagia , tiada rona malu di waja h, tiada buncah suka dan gembira di dada .

Namun sebaliknya ,

Ketika Muslimah Jatuh Cinta ...


Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat , atas sebuah hijab yang tersingkap ...

Ketika lelaki yang tidak halal baginya , bergelayut dalam alam fikirannya , yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi .

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuah rasa yang tak semestinya.

Tiada senyum bahagia, tiada rona malu.

Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai.

Yang ada adalah kegelisahan, kerana rasa yang salah arah.

Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit.

Ketika Muslimah Jatuh Cinta…

Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut.

Tak ada kata-kata cinta dan rayuan.

Yang ada adalah kekhuatiran yang amat sangat akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya.

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh.

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya. Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan.

Alangkah kasihannya jika Muslimah jatuh cinta, kerana yang ada adalah penderitaan.

Tapi ukhti, bersabarlah. Jadikan ini ujian dari Rabbmu.

Matikan rasa itu secepatnya. Pasang tembok pembatas antara kau dan dia. Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai. Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya.

Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu.

Ukhti, jangan khuatir kau akan kehilangan cintanya kerana bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu. Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya maka tak akan pernah kalian bersatu.


Ya ukhti, bersabarlah. Biarkan Allah yang mengaturnya. Maka yakinlah, semuanya akan baik-baik saja. 

Semua Akan Indah Pada Waktunya …



sumber : aasif , ana sendiri tak tahu sumber asalnya sebab ana 'copy' dari orang yang meng'copy' dari orang yang juga meng'copy' .


p/s : Moga kita semua tabah melalui proses tarbiyyah dariNya !

24 January 2011

Memilih Cinta Yang Susah .

Dengan namaMu ya Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang .

Assalamu'alalaikum w.r.h ,

Ana mulakan post kali ini dengan panjatan syukur kepada Allah s.w.t yang masih lagi memberi pinjaman nikmat kepadaana , dan juga kepada antum wa antunna di luar sana . Sedar atau tidak , setiap apa yang kita lakukan semuanya berkait rapat dengan nikmat Allah . Sebagai contoh , tanpa kekuatan jari-jemari ana ini , mana mungkin ana dapat menekan kekunci 'keyboard' . Antum wa antunna juga , andai penglihatan kalian disekat , mana mungkin post ana ini dapat kalian baca . Begitulah hebatnya keagungan Allah . Beruntunglah bagi sesiapa yang mensyukurinya dan amat rugilah bagi yang mengkufurinya .

Di sini ingin ana bawakan satu 'kisah benar' . Yakni apa yang ana lalui semalam . Beberapa hari yang lepas , ana telah menerima beberapa pesanan ringkas .

Esok ada iftor jama'ie ,  jam 6.45 petang .

Esok ada perjumpaan 1st year dan 2nd year INTECHSS 9.30 malam .

Esok ada 'last touch' meeting untuk rehlah PERSIS 9.30 malam .


Dan , esok juga ada talk dari Ustaz Hasrizal (saifulislam.com) 9.00 malam .

Payah .

Macamana nak pergi semua sekali ? Larat ke ?

Jenuh ana fikir . Fikir dan fikir .

Kalau tak pergi semua sekaliboleh tak ? Baru fair and square . Hati berbisik nakal .

Akhirnya , usai solat Isyak , ana ajak roomate ana , merangkap classmate ana , yang juga ada meeting pada jam 9.30 malam .

Jom pergi AMF , dengar talk Ustaz Hasrizal .

Tepat jam 9.20 malam , kami mengambil tempat . Kawasan muslimat semakin sesak berbanding kawasan muslimin . Berulang-kali melihat jam di dinding dewan .

Bila Ustaz nak sampai ni ?

Beberapa minit kemudian , Ustaz Hasrizal , dan beberapa orang panel sampai . Usai bacaan do'a dan tilawah qur'an , moderator memperkenalkan dua orang panel .

Lama betul la moderator ni punya intro . Bila nak habis ni ? Kejap lagi nak pergi meeting dah . Nak dengar Ustaz cakp dulu , baru kita gerak . Omel ana pada roomate ana yang juga menanti masa untuk ana bawa dia keluar , pergi ke lokasi meeting .

Akhirnya , kami keluar jugak . Sebelum sempat Ustaz memegang mic . Sempat ana berpesan pada sahabat ana yang merupakan committee talk malam tu ; dengar betul-betul apa yang Ustaz cakap , lepas tu cerita balik . Terangguk-angguk . Kesian , Aisyah . ^_^

Alhamdulillah , at last habis jugak semua meeting tu . Semuanya ana pergi , tapi masanya dibahagi-bahagikan .  Kami (dengan roomate) pun bergegas ke AMF (dewan) . Alhamdulillah , tak habis lagi talk tadi . Tapi tak sampai 20 minit , habissss ....

Thats not the end of the story . Keesokan harinya (which is hari ni) , suprisingly , Ustaz Hasrizal menge'post' di blognya tentang kupasan topic yang dibawanya semalam . ^_^

MEMILIH CINTA YANG SUSAH .


Bersama moderator dan AJK program. Tahniah semua!
“Mengasingkan diri, atau bercampur gaul tanpa batasan, kedua-duanya adalah ekstrim. Islam adalah cara hidup yang seimbang. Ia menyuruh kita bergaul seluas mungkin, dan pergaulan itu pula ada garis panduannya” saya menjawab soalan pertama yang diajukan oleh moderator.
Pusat Asasi UIAM di Petaling Jaya menganjurkan Forum Dari Mata Turun ke Hati sempena kempen Biah Solehah di kampus PJ tersebut.
“Antara input, proses dan output, apakah status pergaulan?” saya melontarkan soalan kepada peserta.
Kerusi di Dewan al-Malik Faisal mula berisi. Seperti biasa, di sayap sisters kerusi tambahan sudah mula disusun, manakala kerusi brothers sudah separuh penuh. Lebih positif daripada menyebut masih separuhnya kosong.
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan, dan melarang daripada berbuat kejahatan; dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” [At-Taubah 9: 71]
Lelaki dan perempuan, bukan sebarang lelaki dan perempuan.
Mereka adalah lelaki dan perempuan yang beriman.
IMAN itu adalah asas pergaulan dan interaksi kita.
Mereka saling bantu membantu dalam urusan amar makruf nahi munkar, menegakkan Solat dan melunaskan Zakat, serta seluruh agenda yang berada di dalam lingkungan mentaati Allah dan Rasul.
Apa yang sering menjadi bahan ‘perbalahan’ sesama anak muda ialah tentang perincian pergaulan sebagai PROSES.
Akan tetapi, jika titik mulanya adalah soal Aqidah, soal Iman seorang hamba kepada Allah, dan matlamat daripada pergaulan itu adalah untuk menegakkan perintah serta meninggalkan larangan Allah, bisakah tatacara pergaulan menyimpang daripada niat dan matlamat?
“Syaitan menyesatkan anak Adam berdasarkan dia itu belajar di universiti mana!” saya sengaja menyebut demikian.
Bagi brothers and sisters di Universiti Islam Antarabangsa Malaysia, sesuai dengan tema Islam itu sendiri, tindakan syaitan akan lebih licik. Maksiat akan lebih berpotensi dijamah andaikata ia dikosmetikkan dengan warna-warna Islam.
“Cinta fillaah!”
“Benda ini maslahah ‘ammah. Kepentingan orang ramai”
“Islam mesti dilihat progresif dan memimpin modernisasi”
“Ahh, yang di’sms’ itu bukan lirik lagu Anuar Zain. Ia hadith of the day. Bukankah Nabi sallallaahu ‘alayhi wa sallam pernah berpesan, ballighu ‘anni walau aayah!”
Berhati-hati. Syaitan itu jauh lebih sabar daripada dirimu. Ia tidak tergesa-gesa pada mengheret anak Adam tersimpang daripada jalan kebenaran. Tadarruj!
Justeru itu, ambillah secara serius usaha untuk mengenal tatasusila pergaulan seperti yang diajarkan oleh Syariat Islam. Berpersatuan, berbincang tentang pelajaran, berurus niaga, bekerjasama dalam apa sahaja bentuk aktiviti, semuanya diharuskan malah digalakkan oleh Islam. Jika ada saranan yang mahu lelaki dan perempuan itu hidup berasingan dan menghindari kerjasama, ia bukan Islam. Ia pseudo-agama. Akan tetapi, jika ada saranan yang mahu lelaki dan perempuan itu bergaul lagi bekerjasama, tanpa mengira apa motifnya, bagaimanakah tatacaranya, dan tanpa tujuan yang jelas, ia juga bukan Islam. Ia adalah seruan Ibahiyyah yang mahu meleraikan panduan Syariat daripada kehidupan.
“Sebab itu murabbi saya dahulu, ‘mewajibkan’ kami menghadam buku Tafsir Surah an-Nur oleh al-Maududi. Di samping belajar elok-elok Surah Akhlaq, Surah al-Hujuraat” saya menambah.
Pergaulan antara lelaki dan perempuan itu adalah untuk saling mengambil manfaat daripada keunikan masing-masing. Buah fikiran, tumpuan, kemahiran dan kecenderungan antara lelaki dan perempuan itu, banyak perbezaannya. Kerjasama antara kedua-dua belah pihak, berperanan melengkapkan kerja. Namun pergaulan itu tidak boleh terlepas daripada tujuan asalnya ialah IMAN, serta proses yang betul, dan tujuan akhirnya adalah untuk melaksanakan ibadah serta meraih keredhaan Allah.
Jika kerja, pergaulan hendaklah dalam ruang lingkup menyempurnakan kerja.
Jika belajar, pergaulan hendaklah dalam ruang lingkup menyampaikan maksud belajar.
Selebihnya?
Lagha. Purposeless. Ruang-ruang tanpa motif inilah tempat terbaik nafsu dan syaitan menyerang luar dan dalam untuk mengkucar kacirkan pergaulan silang jantina. Salah satu potensi pergaulan yang kucar kacir ini adalah ZINA.
Lazimnya, kebanyakan maksiat adalah kombinasi antara pain and pleasure antara mangsa dan pemangsa. Jika berlaku kecurian, mangsa berasa sakit, pemangsa pula beroleh keseronokan. Namun berbeza dengan ZINA. Ia adalah maksiat yang sedap. Sama ada pelaku atau yang diperlakukan, kedua-duanya mendapat keseronokan. Itulah hikmah mengapa Allah bukan sekadar mengharamkan ZINA, malah memerintahkan kita agar MENJAUHINYA.
“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya ia adalah suatu kecelaan dan seburuk-buruk jalan pilihan manusia” [al-Israa' 17: 32]
Allah tahu, zina itu sedap dan nikmat. Menolaknya jika sekadar menolaknya, terlalu sukar. Justeru sama seperti maksiat-maksiat yang lain, Allah bantu kita untuk mengelaknya dengan menutup pintu-pintu kepada zina. Sesungguhnya menolak zina hanya menjadi realiti apabila MUQADDIMAH ZINA dilihat sebagai muqaddimah zina yang mesti dihindari.
Jika soalan timbul pada meminta perincian terhadap tatacara pergaulan silang jantina di dalam Islam, temuilah ia di dalam perintah-perintah berikut:
1. MENUNDUKKAN PANDANGAN
Tingkap itu yang mesti dipelihara. Jendela penglihatan yang turun ke hati dan kemaluan. Menundukkan pandangan itu bermaksud memelihara penglihatan daripada melihat perkara haram. Perkara yang merangsang libido dan mengundang diri kepada zina. Firman Allah Subhanahu wa Ta’aala:
“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah amat mendalam pengetahuannya tentang apa yang mereka kerjakan.” [al-Nur 24: 30]
Wanita-wanita yang beriman itu juga diberikan saranan yang sama. Di dalam ayat yang menyusul perintah di atas, Allah memerintahkan kaum wanita seperti kaum lelaki, sama-sama memelihara pandangan daripada melihat apa yang tidak diharuskan baginya melihat.
“Alahai, takkanlah baru tengok sudah mahu berzina!” seorang manusia mahu berbijak-bijak berhujah dengan Tuhan.
Dia lupa, fitnah penglihatan dan zina bukan urusan rasional. Ia urusan nafsu dan kemaluan. Urusan hati yang membuat pertimbangan. Justeru itu Allah berpesan, “yang demikian itu lebih suci bagi mereka”. Muqaddimah zina ini bukan hanya urusan di peringkat individu. Ia bertujuan membentuk suasana yang sihat. Saling bekerjasama untuk mewujudkan suasana yang tidak mengundang zina.
2. MEMELIHARA AURAT
Menundukkan pandangan daripada perkara haram menjadi lebih mudah apabila perkara haram itu tercegah dalam daerah halalnya. Anggota tubuh yang perlu diberi perlindungan, adalah cara seseorang memuliakan dirinya sendiri dan menghormati orang lain yang bermata lagi berhati, juga bernafsu.
Peliharalah aurat.
Wanita.
Lelaki.
Sama sahaja.
“Dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka…” [al-Nur 24: 31]
Perintahnya bukan perintah menutup rambut.
Perintahnya adalah perintah memelihara aurat.
3. TIDAK BERTABARRUJ JAHILIAH
Menutup aurat itu cara Allah mengajar kita membentuk diri. Biar dengan menutup aurat itu kita belajar menganut sifat malu, belajar mengenal batas-batas diri yang mewujudkan rasa berTuhan dalam kehidupan dengan batasan-batasan itu.
“Dan hendaklah kamu melazimkan diri berada di rumah kamu serta janganlah kamu mendedah, menghias dan menonjolkan diri seperti yang dilakukan oleh orang-orang Jahiliyah zaman dahulu”[Al-Ahzaab 33: 33]
“Saya sudah menutup aurat!” kata seorang perempuan yang bertudung.
Beliau terlepas pandang, tudungnya memang bertudung tetapi solekan di bibir dan kelopak matanya sangat keterlaluan, di dalam tudungnya ada bonggol sanggul yang sengaja ditolak ke atas meninggikan kepala, kakinya memakai rantai berloceng, hingga setiap inci tubuhnya menarik perhatian untuk dilihat dan direnung, biar pun beliau itu bertudung.
Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau meriwayatkan bahawa Rasulullah sallallaahu alayhi wa sallam telah bersabda :
Dua golongan yang termasuk dari kalangan ahli neraka yang tak pernah aku lihat iaitu yang pertama mereka yang memegang cemeti seperti ekor lembu (bentuk cemeti itu seperti ekor lembu yang berbulu-bulu dan berambut-rambut) dan mereka memukul manusia dengan cemeti tersebut. Yang kedua adalah perempuan memakai pakaian tetapi keadaanya umpama telanjang (ketat), dan perempuan ini berjalan sambil berlenggang lenggok dan sanggol rambutnya (ataupun sekarang ikatan rambutnya) umpama bonggol unta.Dan perempuan yang sebegini keadaanya tidak akan mencium bau syurga. Ketahuilah bau syurga sudah boleh diciumi dari jarak begini dan begini. [Hadith riwayat Muslim no. 2128]
Bertudung. Tetapi masih mahu menarik perhatian orang memandang dan membelek.
Justeru hilanglah hikmah memelihara aurat.
Biar pun rambut ditutup, dia masih kaya dengan elemen Jazb al-Intibah (menarik perhatian dan pandangan orang).
4. BERURUSAN DENGAN BATASAN
Bekerja, belajar, bermesyuarat, berjiran dan bermasyarakat, semuanya harus.
Namun keharusan itu harus dipandu oleh batasan.
Silang jantina perlu mengenal keperluan dan tujuan, jangan hanya berpandukan kemahuan.
“Dan apabila kamu meminta sesuatu yang harus diminta daripada mereka maka mintalah kepada mereka dengan perantaraan hijab. Cara yang demikian lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka”[al-Ahzaab 33: 53]
Sama ada hijab itu berupa tabir yang fizikal, atau sekurang-kurangnya mengekalkan batas pergaulan antara lelaki dan perempuan.
Bermesyuaratlah, tetapi biar seadanya.
“Hai, takkanlah sembang-sembang sudah terangsang?” hujah seorang bijak pandai di syarikat Multinasional.
“Cara yang demikian lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka” jawab Allah.
Dia yang memiliki hati. Dia tahu sifat baik dan buruk hatimu. Justeru nasihat-Nya tentang hati itulah nasihat terbaik untuk manusia yang mahu berhati-hati.
Lihatlah di pejabat, siapa di meja sebelah, siapa di kubikel depan, keluar makan tengah hari dengan siapa, dari Stesyen LRT ke pejabat tumpang kereta siapa, pergi ke site atau bertemu pelanggan naik kereta siapa, semua itulah yang perlu dipertimbangkan kembali, kerana melakukannya tanpa batasan adalah MUQADDIMAH ZINA.
5. TIDAK MELUNAKKAN SUARA
Dengar suara, mahu orangnya.
Itu akibat manusia-manusia yang hatinya berpenyakit.
Sakitnya pula letak di hati yang tidak kelihatan. Justeru jangan cari penyakit. Jangan lunakkan suara semasa berbicara. Bersahaja, sederhana, seperti biasa, jangan dimanja-manja, jangan mengada-ngada.
“Andaikata kamu benar-benar beriman, maka janganlah kamu lunak-lunakkan suara semasa berbicara. Nantinya orang-orang yang hatinya berpenyakit menjadi tamak. Justeru berbicaralah dengan perbicaraan yang maaruf” [al-Ahzaab 33: 32]
“Tetapi, saya mahu jawapan kepada soalan yang panelis kedua tadi selitkan iaitu apakah hukum bercinta sebelum kahwin?” tanya salah seorang peserta.
“Jika mahu bercinta sebelum kahwin, boleh. Bercintalah. Seperti kata mak ayah kita masa kecil dahulu, kan? Nak panjat pokok, panjatlah!” saya menjawab.
“Apa hukumnya” adalah template biasa yang diguna pakai di dalam masyarakat kita untuk meminta penjelasan. Biar pun dalam sesetengah keadaan, persoalannya bukan semata-mata hukum.
“Bercinta sebelum berkahwin ini, boleh. Dengan syarat, jangan tanpa apa pandangan Islam. Ia adalah CINTA YANG SUSAH. Saya menyebutnya begitu kerana saya sendiri tidak tahu pasangan kekasih yang mana daripada kalangan sahabat Nabi sallallaahu ‘alayhi wa sallam yang ingin saya ambil sebagai contoh. Cinta di luar perkahwinan adalah seperti membela haiwan liar di luar kandang. Ia adalah cinta yang susah. Masakan tidak… ia adalah cinta yang tiada panduan al-Quran, tiada panduan al-Sunnah. Apa yang ada hanyalah kebijaksanaan akal masing-masing untuk memanipulasi mana-mana nas al-Quran dan al-Sunnah, sebagaimana lagu “For The Rest Of My Life” dendangan Maher Zain, yang asalnya ditujukan oleh seorang suami kepada seorang isteri, diselewengkan sebagai hadiah Valentine seorang buayafriend kepada gelifriend” saya menambah lagi.
“Dan bagi mahasiswa lelaki yang masih berdegil untuk tidak mahu memenuhi kerusi hadapan, tidak seperti mahasiswi, jangan satu hari nanti rumahtangga anda digugat oleh sebuah Jabatan Isteri Pertama oleh isteri yang lebih memimpin” saya mengusik peserta lelaki dek dewan yang semakin sesak di bahagian belakang.
Mereka kebingungan.
Saya ketawa sendiri.
Perjalanan mereka masih panjang.
Sepanjang forum yang masih ada sejam berbaki
See ? Kalau kita membantu di jalan Allah ,pasti Allah akan bantu kita . ^_^
Wallahua'alam .

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...