02 April 2010

Menjaga pandangan .

Dalam bergaul dengan lawan jenis kita dilarang untuk saling berpandangan dalam waktu yang lama . Apalagi dengan pandangan yang mengandung unsur menggoda .

Allah berfirman : “ Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman :  "Hendaklah mereka menahan pandanganya , dan memelihara kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka , sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat . Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya , dan kemaluannya , dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya , kecuali yang (biasa) nampak dari padanya" (QS. 24 : 30-31).

Jadi sekilas-sekilas saja kita memandang lawan jenis ketika berbicara . Tidak perlu dengan menundukkan kepala . Sebab sukar juga kita berbicara kalau sama sekali tidak melihat lawan bicara kita . Bukankah dalam berbicara kita juga perlu memperhatikan gesture (body language) dari lawan bicara supaya komunikasi menjadi lebih efektif ?
Menjaga pandangan juga perlu dilakukan bagi wanita , sebagaimana hadis berikut : suatu ketika Ummi Salamah ra berkata : Ketika saya dengan Maimunah ada di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba masuk ketempat kami Abdullah bin Ummi Maktum , kejadian itu sesudah ayat hijab yang diperintahkan kepada kami .

Rasulullah bersabda : "Berhijablah kamu daripadanya". Kami menjawab , "Ya Rasulullah bukankah ia seorang yang buta tidak melihat dan tidak mengenal kepada kami ?" Kemudian baginda menjawab , "Apakah kamu juga buta , tidakkah kamu melihat padanya?" . Dari kisah ini kita mendapati bahawa Rasulullah meminta kepada para wanita untuk menjaga pandangannya , walaupun terhadap lelaki buta .

Lalu apa sahaja hikmah dari perintah menahan pandangan ? Salah satunya adalah menjaga diri dari perilaku tercela . Sesungguhnya , mata kita adalah gerbang kepada maksiat . Siapa sahaja yang kurang mampu menjaga pandangannya dari sesuatu yang diharamkan , maka sedikit demi sedikit ia akan terjerumus ke dalam jerat syaitan . Bermula dari mata , kemudian kaki berpindah ingin mendekat dan seterusnya , hingga akhirnya sangat mungkin akan menjerumuskan manusia kepada perzinaan .

Zina adalah dosa besar , yang bukan hanya dimurkai Allah , namun akibatnya pun akan dirasakan sang pelaku dan orang-orang di sekitarnya selama di dunia . Penyakit AIDS yang akan membunuh seseorang secara perlahan-lahan dalam kelemahan dan keterasingan , hanyalah salah satu akibat dari perbuatan yang keji ini .

Menjaga pandangan bukanlah hal yang mudah dilakukan apalagi bagi kita yang hidup di zaman moden seperti ini . Lihatlah ke kiri , kanan , depan dan belakang kita , lawan jenis senantiasa mengelilingi ? Tidak hanya di pusat-pusat keramaian , di dalam pengangkutan awam sahaja, campur baur dengan berlawanan jenis pun tak dapat dihindarkan . Bahkan ketika duduk di rumah sahaja , menahan pandangan tidak kalah susahnya . Hiburan , majalah dan televisyen menyuguhkan pemandangan yang dapat membuat hati tergelincir kerananya .

Tidak hairan , ibadah kita sering terkontang-kanting . Bacaan Al-quran kita tunggang terbalik . Berdoa pun susah untuk khusyuk apalagi sampai dapat mengeluarkan air mata penyesalan kerana tidak mentaati perintah-Nya . Kerana hal ini pula , menuntut ilmu menjadi sebuah pendakian yang sangat sukar .

Sahabatku yang dirahmati Allah SWT , ketika kita tidak mampu menjaga pandangan , sehingga pandangan kita menjadi liar , maka tidak boleh tidak hal tersebut akan mengikis secarik iman yang tumbuh dalam hati kita . Iman itu tidak hilang dengan tiba-tiba dan serentak , namun perlahan-lahan serta sedikit demi sedikit . Pada kenyataannya pandangan terhadap berlawanan jenis yang tak halal , menjadi media paling efektif untuk menghilangkan keimanan dari dalam diri kita .

Ia adalah salah satu senjata syaitan yang sangat ampuh . Dalam Surat An-Nisaa ayat 118 , syaitan laknatullah menegaskan komitmennya , "Aku benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan untuk aku " . Ertinya , sebagaimana sebuah riwayat menuturkan bahawa pandangan adalah panah-panah syaitan , sedang syaitan itu tak menginginkan apapun dari manusia selain keburukan dan kebinasaan . Maka penjagaan kita terhadap pandangan mata menjadi satu kunci pokok menuju keselamatan .

Memang , dalam keadaan tertentu kita diperbolehkan memandang berlawanan jenis , seperti dalam proses belajar mengajar , jual beli , perubatan , mahupun persaksian . Walaupun demikian , taburilah selalu hati kita dengan firman Allah yang menjanjikan kemuliaan dan darjat yang tinggi bagi orang-orang yang mampu menjaga diri dari hal yang diharamkan-Nya .

Wallahua'lam bissawab.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...